NonMuslim Yang Masuk Surga Menurut Ulama Muhammadiyah

surga | nonmuslim | fatwa ulama | Muhammadiyah | dakwah | pluralisme beragama

Tuhan berfirman, “Sesungguhnya agama di sisi Allah [hanyalah] Islam. …” (QS Ali Imran [3]: 19) Atas dasar firman ini, ada banyak orang muslim yang mengklaim bahwa Islamlah satu-satunya agama yang pasti benar. Implikasinya, mereka pun mengklaim bahwa HANYA orang muslim sajalah yang kelak selamat masuk surga. Lantas, dengan menekankan kata “hanya”, tampaknya tidak ada pengecualian sama sekali. Namun, benarkah demikian?

Menurut Islam ala Yunahar Ilyas, seorang tokoh ulama Muhammadiyah masa kini, klaim tersebut ada pengecualiannya! Menurut beliau, ada dua kelompok umat nonmuslim yang tergolong dalam pengecualian tersebut, yakni: [1] “masyarakat yang sama sekali belum tersentuh oleh dakwah Islam, mungkin karena hidup terisolir atau karena kelemahan para da’i yang tidak menyampaikan ajaran Islam kepada mereka” dan [2] yang sudah tersentuh oleh dakwah Islam “tetapi tidak secara utuh dan benar sehingga mereka tidak melihat kebenaran dan keutamaan ajaran Islam”.

Untuk kasus masyarakat atau umat seperti itu, kita dapat menyatakan bahwa mereka tidak akan disiksa karena keyakinan dan cara ibadah mereka yang tidak sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah. Dasar pengecualian ini adalah firman Allah berikut ini: “… dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (Q.S. Al-Isra’ 17:15)

Demikian keterangan tokoh ulama tersebut dalam seminar tentang “Respon Muhammadiyah terhadap Liberalisasi Islam” di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Maret 2005. (Lihat M Dien Syamsuddin, dkk, Pemikiran Muhammadiyah: Respons terhadap Liberalisasi Islam (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2005), hlm. 287-288.)

Jadi, nonmuslim yang “tidak melihat kebenaran dan keutamaan ajaran Islam” lantaran “kelemahan para da’i yang tidak menyampaikan ajaran Islam secara utuh dan benar” bisa saja masuk surga dan selamat dari azab neraka. Mereka ini bisa tergolong orang-orang yang dimaksudkan dalam firman Allah:

“… Untuk kamu masing-masing Kami tentukan suatu aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, nisaya Ia menjadikan kalian satu umat, tetapi Ia hendak menguji kamu atas pemberian-Nya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Kepada Allah, kamu [kelak] kembali; lalu ditunjukkan kepadamu apa yang kamu perselisihkan.” (QS al-Baqarah [2]: 62)

About these ads

20 Responses to “NonMuslim Yang Masuk Surga Menurut Ulama Muhammadiyah”

  1. “… dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

    Bukankah telah datang Rasulullah SAW sebagai Nabi penutup?

    • Banyak orang salah-paham tentang Islam. Dalam artikel di atas sudah dijelaskan apa sebabnya, yaitu kelemahan para da’i dalam menyampaikan ajaran Islam.

      • “Banyak orang salah-paham tentang Islam. Dalam artikel di atas sudah dijelaskan apa sebabnya, yaitu kelemahan para da’i dalam menyampaikan ajaran Islam.”

        Bukan cuma itu, tetapi kemalasan kita mencari pemahaman yg benar juga berperanan.
        Di jaman internet ini informasi serba instan, sayangnya tidak semua benar.

        Silakan browsing ke situs-situs yg syar’i agar mendapat informasi yg benar sesuai as-sunnah.

    • Ryan… jangan jadi katak dalam tempurung, ALLAH/TUHAN tidak pernah menentukan islam adalah agama yang “benar” yg berdalil bhwa islam agam auwloh itu tak lain si mamat sndri… sedangkan simamat tdk tahu apa2 tentang Pribadi ALLAH yg sesungguhnya, orang moslim yg baik, sebenarnya manusia yang buruk…

    • Thank you, I have just been searching for information approximately this subject for ages and yours is the best I have came upon till now. But, what concerning the conclusion? Are you certain in regards to the supply? afdkafabddec

  2. Al Baqarah 62 : Sesungguhnya orang2 mu’min, org2 Yahudi, org2 Nasrani dan org2 Shabiin, siapa saja diantara mereka yg benar2 beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
    Al Imran 69 : Sesungguhnya orang2 mu’min, org2 Yahudi, org2 Nasrani dan org2 Shabiin, siapa saja diantara mereka yg benar2 beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
    Dari 2 ayat tersebut telah jelas, nonmuslimpun bisa masuk surga, karena semua sudah diperjalankan oleh Allah SWT, mempertajam perbedaan, bukanlah kuasa kita yg menentukan utk menyadarkan nonmuslim, karena semua itu hidayah dari-Nya.

    • “Al Baqarah 62 : Sesungguhnya orang2 mu’min, org2 Yahudi, org2 Nasrani dan org2 Shabiin, siapa saja diantara mereka YG BENAR2 BERIMAN KEPADA ALLAH, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

      Maksudnya adalah TAUHIDNYA YG BENAR karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman:

      “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yg mengatakan: ‘Bahwasanya Allah salah seorang dari yg tiga’, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yg Esa. Jika mereka tidak berhenti dari yg mereka katakan itu, pasti orang-orang yg kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yg pedih.” (Q.S. Al-Maidah : 73)

      Kami tidak memaksa Anda atau siapapun yg menolak kebenaran Al-Quran dan As-Sunnah karena iman adalah anugerah bagi hamba-hamba-Nya yg dikehendaki.

      Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mmberi hidayah kepada kita semua.

      “Al Imran 69 : Sesungguhnya orang2 mu’min, org2 Yahudi, org2 Nasrani dan org2 Shabiin, siapa saja diantara mereka yg benar2 beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

      Dikoreksi ya:
      1) Nama surat yg benar “Ali imran”, bukan “Al-imran”
      2) Q.S. Ali-Imran ayat 69 bukan itu bunyinya. Silakan periksa.

    • “beriman kepada Allah” maksudnya mengakui Tiada Illah yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad Shallalahu Alaihi Wasallam sebagai utusanNya, dalam arti kata masuk Islam ……

      Silakan ente cari Asbabun Nuzul dari 2 ayat diatas, jangan mentafsirkan Al Quran dengan seenak perut sendiri, emang agama Islam punya ente……..

  3. memang menjadi dilemma bagi masyarakat yg sgt terpencil atau primitif,apakah karena tdk pernah mendapat penerangan atau dakwah Islam,mereka bisa masuk surga atau neraka.itu semua terpulang kepada Allah yg berhak me mutuskan. TETAPI bagi org2 yg beradab harus berusaha mencari mana agama yg benar . kalau dari segi Islam,agama yg benar dan diredhai Allah hanyalah ISLAM. diluar dari Islam adalah sesat dan masuk Neraka.

  4. Kaum yang tidak terjangkau dakwah agama, misalnya karena di pedalaman, di pegunungan dengan berbagai kondisinya, tidak ada koran, tidak ada radio, tidak ada TV dan tidak ada seorangpun da’i, maka mereka dikecualikan dari dosa. Mereka masuk surga. Ya karena mereka tidak tahu apa-apa, mereka tahunya cuma kebiasaan2 adat istiadat mereka sendiri. Salah siapa kalau begini? Ya kita sebagai umat beragama, mestinya memberikan dakwah, syiar agama Allah. Tapi saya kembali berpikir, apakah karena kita semua beragama, malah membuat kita berantem? Sedangkan mereka yg tidak terkena dakwah sama sekali hidup adem ayem ?
    Wallahua’lam bishawab.

  5. rudy yg koment di atas “orang moslim yg baik, sebenarnya manusia yang buruk…” mksudnya apa toh om -_- aduuh dpertimbngkan dulu om sblm bicara, apakah smua muslim yg baik bgitukah atau tidak. astaghfirullah

  6. Salam sejahtera. Ass. Wr. Wb. Saya Andry di Jakarta. Keturunan Manado-Sunda dan saya Kristiani bukan “non muslim”. Dari jaman saya lahir,kecil,dan bertumbuh sampai sekarang,saya sudah terbiasa dengan perpindahan keyakinan dalam keluarga saya. Mendiang Kakek saya yang dari Islam Majalengka masuk Kristen, Ibu saya yang dr Kristen karena menikah dengan ayah tiri saya masuk Islam,dan bahkan Mbah Uti,ibu dari ayah tiri saya yang asli Solo pun berpindah dari Kristen ke Islam saat menikah dengan Mbah Kakung sementara kluarganya yang lain mayoritas tetap Kristiani. Dari kecil saya tidak ada masalah dengan itu. Toh dari kecil pula saya diajarkan di sekolah,kluarga,gereja,masyarakat dari berbagai keyakinan untuk saling toleransi antar umat beragama. Kenapa setelah dewasa ini banyak orang yang mempermasalahkan agama?memperdebatkan agama?saling menjelekkan/membanding2kan agama/saling tidak mau kalah?kemana rasa saling toleransi itu hilangnya?apakah dekadensi moral karena perkembangan zaman dan teknologi yang menjadikan kita smua lupa yang waktu kita pelajari kecil dulu?karena itukah keegoisan dan kebanggan kita akan masing2 keyakinan menjadikan kita gelap mata akan arti toleransi?kemana itu semua? Keyakinan akan Ketuhanan itu kan urusan diri sendiri dan Tuhannya yang tahu. Vertikal. Bukan horizontal. Bukankah di Islam diajarkan agamamu,agamamu,agamaku,agamaku?ya sudah uruslah keyakinanmu masing masing,kasarnya. Tidak usah kalian urus masalah kepercayaan orang. Mau itu bukan Islam,mau itu mreka tidak punya keyakinan Ketuhanan,mau itu mreka men-Tuhan-kan benda,apapun itu,biarkanlah mreka dengan keyakinan mreka masing2. Kalian pun dengan keyakinan kalian masing2. Jadi saya sebagai sesama makhluk manusia,sesama warga negara Indonesia,sesama masyarakat pada hakikatnya sama seperti kalian, memohon untuk hentikanlah perdebatan yang tidak penting ini. Masih banyak sekali di luar sana hal2 yang jauh lebih penting dan layak untuk kita perbincangkan penyelesaiannya. Masih banyak orang tidak mampu yang harus kita bantu, masih banyak orang yang menafkahi diri dan keluarganya dengan cara yang salah (preman,pencopet,psk,dsb) yang harus kita tuntun ke jalan pekerjaan yang Halal Berkah,masih banyak anak2 yang berpotensi untuk menjadi penerus kita utk jadi manusia yang bisa lebih baik dari apa yang kita alami saat ini tetapi tidak berkesempatan untuk menikmati pendidikan yang layak,masih banyak pengemis dan gelandangan yang harus kita bina dengan ketrampilan kerja dan berikan santunan berupa makanan dan pakaian bagi mreka yang sudah tidak produktif lagi untuk bekerja atau tidak mampu karena ketidakcakapan panca indera,masih banyak pengangguran yang tiap tahunnya bertambah di negara ini yang belum dapat pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan ekonominya dan keluarganya. Kasarnya lagi, saya lebih ikhlas bolos satu hari kerja hilang bonus kehadiran bulanan untuk bertemu kalian semua hanya untuk sekedar merencanakan dan menjalankan project bagi2 makanan layak untuk gelandangan di jalanan seharian panas terik maupun hujan badai daripada harus buang waktu hanya beberapa menit untuk menuangkan tulisan ini. Karena saya rasa ini perlu saya share dan kalian baca jadi saya dengan terpaksa menyisihkan waktu Maaf saya kalau berbicara memang begini blak blakan bukan maksud menghakimi atau emosi. Salam sejahtera. Wass. Wr. Wb.

  7. Terima kasih atas informasinya.

Trackbacks

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: